Bunda

Sakitku tak berperi,
Sesalku tak terkendali,
Teruntuk mereka yang selalu mengasihi,
Atas nama masa yang selalu menyakiti,
Aku bertahan pada tetesan” nanah dan keringat amat pilu,
Lakuku menjuntai tak tentu,
Untukmu ibuuu,
Jiwaku teramat sakit,
Teramat lemah yang tak terisi,
Ruang kosong ini menyimpan rindu dan pilu,
yang terbungkus rapi dalam satu waktu,
Akuu diam tanpa batas, dan bergerak bebas dalam kaki yang terpaku,
Meniti jalan atas janjiku padamu Ibu….

Anez Jucha Trian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s