Ia, Lelaki dan Peci

Seperti sampah yang berserak,

Tak dipandang dan kemudian terbuang!

Jauh dipenghujung jalan,

Terselip do’a pada bibir yang berucap,

Entah mengujar apa!

Ruang dan alurnya tak sama,

Membentang jauh bak samudera,

Hinggap riang dipadang maya!

Ia….

Berdiri kokoh diruang hampa,

Bertanya, tak tau pada siapa!

Gelombangnya kian gusar lantas menghilang,

Ia….

Menguji diri yang punya nyali,

Sekedar ingin menghibur diri,

Mampu menjadi lelaki penakluk hati!

Ia….

Manusia dengan jutaan kilo harga diri,

Berani mati! Walau tak tau cara mengungkap diri,

Jangankan berperasa untuk menyapa, mengungkap maaf pun tak pernah terucap,

Ia….

Pelan tapi pasti,

Menghilang dalam bayang bumi!

Berseragam namun tak berpeci!

1 Desember 2013 pukul 21:34 via Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s