Ketika Seluruh Rakyat Ikut Asuransi

Masyarakat miskin dan rentan miskin bisa menikmati fasilitas BPJS.

VIVAnews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Selasa 31 Desember 2013. Peluncuran JKN didukung oleh peresmian Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang berfungsi sebagai operator di lapangan.
BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT Askes, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan dari PT Jamsostek mulai 2015. BPJS Ketenagakerjaan berfungsi menjamin kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan sosial.
Setelah diresmikan, mulai 1 Januari ini, sedikitnya 121 juta jiwa masyarakat Indonesia menjadi peserta BPJS Kesehatan. Terhitung tanggal itu pula, pendaftaran kepesertaan baru dibuka bagi yang belum memiliki kartu jaminan sosial resmi dari pemerintah.
Program jaminan sosial ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Upaya ini sejalan dengan TAP MPR No X/MPR/2001 yaitu membentuk jaminan sosial nasional dalam rangka pemberian perlindungan sosial yang menyeluruh dan terpadu.
Sementara itu, pembentukan BPJS sesuai amanat dari UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Terhitung 1 Januari 2014, dua BPJS ini resmi dibentuk.
Sebelumnya, SBY mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 17 aturan pendukung penyelenggaraan BPJS Kesehatan. Dari 17 aturan itu, lima di antaranya peraturan presiden yang secara langsung dikeluarkan pemerintah.
Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp19,93 triliun untuk memastikan masyarakat miskin dan rentan miskin dapat menikmati fasilitas BPJS Kesehatan tersebut.
Presiden pun menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan pusat dan daerah mengawasi kinerja BPJS tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, menyatakan, sebagian besar dari rumah sakit di seluruh Indonesia siap menerapkan program jaminan kesehatan ini.

Dari 2.300 rumah sakit di seluruh Indonesia, sudah 1.700 yang menandatangani nota kesepahaman pelaksanaan JKN ini. Rumah sakit tersebut milik pemerintah ataupun swasta.

Dia juga menegaskan, saat BPJS Kesehatan berjalan, kartu Askes, Jamkesmas, dan kartu jaminan sosial lainnya yang dikeluarkan pemerintah, masih tetap berlaku.

Tak ada tolak pasien
Dalam pidato di acara peluncuran program itu di Istana Bogor, Selasa, SBY menegaskan tidak ingin mendengar ada rumah sakit yang menolak pasien, karena alasan biaya.
“Karena, BPJS Kesehatan adalah untuk memberikan perlindungan bagi rakyat miskin. Sekali lagi saya tekankan, rakyat miskin gratis berobat dan dijamin oleh BPJS,” katanya.
SBY menuturkan, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin akan ditanggung pemerintah dalam BPJS. Upaya itu, salah satunya didukung oleh masyarakat yang mampu membayar iuran BPJS.
Program JKN ini, menurut Presiden, merupakan lompatan besar yang dilakukan Indonesia sejak kemerdekaan. Karena itu, dia akan memastikan implementasinya berjalan baik di lapangan.

“Pada 1 Januari 2019, seluruh rakyat Indonesia telah menjadi anggota BPJS Kesehatan. BPJS bersifat nasional bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, menyatakan, setiap peserta Askes, Jamkesmas, dan Jamsostek secara otomatis sudah menjadi peserta BPJS.
Bagi masyarakat, baik perorangan maupun perusahaan yang belum terdaftar, dapat mendaftarkan diri melalui loket-loket Askes yang sekarang sudah bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.

“Daftarnya bisa online, lewat loket-loket PT Askes yang sekarang jadi BPJS, atau lewat bank, antara lain Bank Mandiri, BRI, BNI,” ujar Nafsiah.
Semua masyarakat mampu wajib mendaftar di BPJS dan membayar iuran yang telah ditetapkan. Bagi para pemberi kerja juga wajib mendaftarkan karyawannya ke BPJS. “Tapi bertahap. Paling lambat sampai 2019. Kami anjurkan pada semua pemberi kerja,” kata Nafsiah.
Perbaikan sistem akan terus dilakukan selama masa transisi, sehingga dapat menjadi perlindungan sosial yang kuat bagi masyarakat.

BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamsostek, Elvyn G. Massassya, mengatakan, per 1 Januari ini, Jamsostek secara resmi juga berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Selama masa transisi, Jamsostek harus menyiapkan pengalihan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) kepada BPJS Kesehatan dan menyiapkan operasional BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian.
Selain itu, Jamsostek wajib menyiapkan pengalihan aset dan liabilitas, serta hak dan kewajiban program JPK terkait penyelenggaraan Jaminan Kesehatan ke BPJS Kesehatan.
Tidak hanya itu, lembaga yang sebentar lagi berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan ini harus menyiapkan pengalihan pegawai, serta hak dan kewajiban Jamsostek ke BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk menyelesaikan tugas-tugas itu, Jamsostek sudah menyiapkan sejumlah program. Namun, tidak semuanya bisa diselesaikan pada akhir 2013.

“Sebagian akan kami selesaikan pada 2014. Sampai akhir 2013, kami siapkan finalisasi regulasi, peluncuran BPJS Ketenagakerjaan, pengalihan aset dan liabilitas JPK, dan pembukaan serta penutupan tahun 2013 serta pembukaan neraca tahun 2014,” ujar Elvyn.
Kemudian, Jamsostek dan Askes juga akan bertransformasi dari sekarang BUMN menjadi Badan Hukum Publik. Konsekuensinya, Jamsostek dan Askes tidak lagi menjadi BUMN. Keduanya wajib melaporkan kinerjanya langsung ke Presiden.
Soal kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, peserta Jamsostek akan secara otomatis menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun, peserta wajib mendatangi Jamsostek untuk memberikan foto dan cetak sidik jari.

“Tinggal datang untuk difoto dan finger print. Kartu yang lama masih berlaku sampai ditukarkan, maksimum 30 Juni 2015,” kata Elvyn.
Terkait soal mekanisme, Elvyn mengatakan, klaim peserta akan menjadi lebih mudah karena bisa dilakukan secara online. (art)

Sumber: VivaNews, Selasa, 31 Desember 2013, 23:01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s