Tebo Butuh Tokoh Muda Baru

Pemilihan kepala daerah serentak tahap dua yang direncanakan akan dilaksanakan tahun 2018. Tahap pertama yang lalu sudah berlangsung 265 daerah yang mengikutinya. Sebanyak 9 Propinsi, 223 Kabupaten dan 36 Kota yang tersebar diseluruh Indonesia. Sumber kpu.go.id

Awal tahun 2016 ini, Calon kepala daerah sudah mulai “grasak-grusuk” menyiapkan amunisi untuk  menghadapi “perang” program pada pilkada esok. Di Jambi, ada beberapa kabupaten/ Kota yang mengikuti pilkada serentak ini. Salahsatunya di Kabupaten Tebo-Jambi, yang hingga saat ini sudah mulai bermunculan kandidat calon Bupati.

Beberapa nama yang hingga saat ini muncul masih didominasi oleh nama-nama lama yang cenderung hampir semua orang sudah mengenal namanya. Seperti, Bupati/ Petahana (Sukandar), Wakil Bupati/ Petahana (Hamdi), Asvan Deswan, Yopi Muthalib, Syamsu Rizal, Ridham Priskap, Muslim Rijal, Havis Husaini, Eka Marlina, dan beberapa nama lainnya yang masih malu-malu menunjukkan diri.  Nama yang baru mencuat hanya Eka Marlina, anak Madjiz Mu’az (Bupati Tebo Pertama) dan Havis Husaini, Asisten II Setda Jambi. Nama-nama tersebut kini sudah bebas beredar luas di media sosial.

Hadirnya nama dan wajah lama calon Bupati Tebo tersebut ada plus dan minus-nya. Plus-nya, mereka tidak perlu dari awal mensosialisasikan diri untuk maju menjadi kandidat calon bupati. Karena sebagian besar masyarakat sudah mengenal namanya, terkait mengenai masyarakat mau memilih mereka itu persoalan lain. Yang jelas itu menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka. Sementara itu minus-nya, masyarakat sudah cukup dini tahu tentang siapa mereka sebenarnya, bagaimana track record-nya, bagaimana komitmen terhadap pembangunan manusia dan infrastruktur di Kabupaten Tebo, serta hal-hal lain yang justru mereka seperti “dikuliti” oleh masyarakat. Kedua, justru masyarakat merasa jenuh dengan wajah-wajah lama tersebut tidak ada nama-nama lain yang lebih fresh, yang lebih bergairah dalam memimpin Tebo lima tahun kedepan.

Kondisi seperti inilah yang memaksa dan mendesak hingga perlu muncul atau “dimunculkan” figur-figur muda yang baru yang tanpa “cacat” menyaingi old name . Hadirnya figur baru tersebut tentunya menjadi harapan baru masayarakat juga menjadi antiklimaks terhadap akumulasi-akumulasi kekecewaan terhadap Pemimpin Tebo terdahulu.

Bisa saja, masing-masing kecamatan memiliki satu atau dua figur yang benar-benar muncul atau dimunculkan bukan hanya sekedar untuk meramaikan tapi figur yang benar-benar dalam lajur membela kepentingan masyarakat. Jika di kabupaten Tebo ada 12 Kecamatan maka, akan semakin banyak pilihan masyarakat sehingga figur-fgur muda yang baru memiliki kesempatan yang sama untuk mensejajarkan diri sebagai Kandidat Calon Bupati Tebo.

Kontestasi seperti ini akan menarik, bahkan seolah-olah dibenturkan antara old name vs new name. Tinggal komitmen masyarakat dan keinginan besar masyarakat dalam menentukan pemimpin mereka lima tahun kedepan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s