Puisi

NISAN PEKAT BERGELAR MAHA AGUNG

NISAN PEKAT BERGELAR MAHA AGUNG

 Alai Ilir, 20.18pm. 16 Januari 2010

Debu kotor tebal menyelimuti nisan pekat

terenyuh, rapuh dihantam desiran badai propaganda

eksploitasi kepentingan lalu-lalang mengelabuhi khalayak

dia bukan siapa-siapa!

Tak bergelar, tak dikenal!

Seonggok daging berdarah ruh proletar,

kaum murba miskin,

kamerad, kamerad, kamerad…!

Wahai petani jelata

NISAN PEKAT BERGELAR MAHA AGUNG

 

Gugus Bintang

 

Oleh Andri Putra Kesmawan

Alai Ilir, 20 Maret 2011, Pukul 20.59wib

Malam ini begitu sunyi

Hanya bunyi-bunyian binatang malam yang setia mengiringi perjalanan panjang malam ini

Sementara dilangit sana, cahaya temaram  sang rembulan diselimuti kabut putih

Sedangkan bintang-bintangnya menari-nari dengan riang gembira

Tak mengenal lelah selalu setia menemani sang rembulan

Aku masih tetap saja seperti semula

Duduk termenung menikmati keagungan alam

Melongok ke timur atas terbentang gugus

Gugus Bintang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Beri Gagasan, Ciptakan Kreatifitas, Bangun Hidup Baru

%d blogger menyukai ini: